Sudah berlangganan artikel blog Keperawatan Kesehatan via RSS Feed?

Saturday, November 29, 2008

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PASIEN DENGAN KRISIS

Definisi Krisis adalah :

  • Suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba dalam kehidupan seseorang yang mengganggu keseimbangan selama mekanisme coping individu tersebut tidak dapat mecahkan masalah
  • Ganggaun internal yang disebabkan oleh kondisi penuh stress atau yang dipersepsikan oleh individu sebagai ancaman
Selama krisis, individu kesulitan dalam melakukan sesuatu, koping yang biasa digunakan tidak efektif lagi dan terjadi peningkatan kecemasan.

Konsep krisis :
  1. Krisis terjadi pada semua individu, tidak selalu patologis
  2. Krisis dipicu oleh peristiwa yang spesifik
  3. Krisis bersifat personal
  4. Krisis bersifat akut, tidak kronis, waktu singkat ( 4-6 minggu )
  5. Krisis berpotensi terhadap perkembangan psikologis atau bahkan akan membaik

Faktor yang berpengaruh :
  • Pengalaman problem solving sebelumnya
  • Persepsi individu terhadap suatu masalah
  • Adanya bantuan atau bahkan hambatan dari orang lain
  • Jumlah dan tipe krisis sebelumnya
  • Waktu terakhir mengalami krisis
  • Kelompok beresiko
  • Sense of mastery
  • Resilence; factor perlindungan berupa perilaku yang berkontribusi terhadap keberhasilan koping dengan stress lain. Faktor perlindungan antara lain kompetensi social, ketrampilan memecahkan masalah, otonomi, berorientasi pada tujuan, ide belajar, dukungan keluarga, dukungan social. Resilient ( individu yang tabah/ulet ) mempunyai harga diri tinggi, berdaya guna, mempunyai keterampilan memecahkan masalah, mempunyai kepuasan dalam hubungan interpersonal.

Faktor resiko :
  • Wanita
  • Etnik minoritas
  • Kondisi social ekonomi rendah
  • Problematik predisaster functioning and personality

Macam krisis :
1. Krisis maturasi/krisis perkembangan
  • Dipicu oleh stressor normal dalam proses perkembangan
  • Terjadi pada masa transisi proses pertumbuhan dan perkembangan. Setiap tahap perkembangan tergantung pada tahap sebelumnya, setiap tahap perkembangan merupakan tahap krisis bila tidak difasilitasi untuk dapat menyelesaikan tugas perkembangan
  • Misal : Masuk sekolah, pubertas, menikah, meninggalan rumah, menjadi orang tua, pensiun dll
2. Krisis situasional
  • Merupakan respon terhadap peristiwa traumatic yang tiba-tiba dan tidak dapat dihindari yang mempunyai pengaruh besar terhadap peran dan identitas seseorang
  • Cenderung mengikuti proses kehilangan, seperti kehilangan pekerjaan, putus sekolah, putus cinta, penyakit terminal, kehamilan/kelahiran yang tidak diinginkan. Respon yang biasa mucul terhadap kehilangan adalah depresi
  • Kesulitan dalam beradaptasi dengan krisis situasional ini berhubungan dengan kondisi dimana seseorang sedang berjuang menyelesaikan krisis perkembangan
3. Krisis social
  • Krisis yang terjadi di luar kemampuan individu. Adanya situasi yang diakibatkan kehilangan multiple dan perubahan lingkungan yang luas
  • Contoh : terorisme, kebakaran, gempa bumi, banjir, perang

Tipe krisis yang lain (Townsend, 2006):
  1. Dispisitional crises, merupakan respon akut terhadap stressor eksternal
  2. Crises of anticipated life transition, suatu transisi siklus kehidupan yang normal yang diantisipasi secara berlebihan oleh individu saat merasa kehilangan kendali
  3. Crises resulting from traumatic stress, krisis yang dipicu oleh stressor eksternal yang tidak diharapkan sehingga individu merasa menyerah karena kurangnya atau bahkan tidak mempunyai control diri.
  4. Developmental crises, krisis yang terjadi sebagai respon terhadap situasi yang mencetuskan emosi yang berhubungan dengan konflik kehidupan yang tidak dapat dipecahkan
  5. Crises reflecting psychopathology, misalnya neurosis, schizophrenia, borderline personality
  6. Psychiatric emergency, krisis yang secara umum telah mengalami kerusakan yang parah terhadap fungsi kehidupan. Misalnya acute suicide, overdosis, psikosis akut, marah yang tidak terkontrol, intoksikasi alcohol, reaksi terhadap obat-obatan halusinogenik

Tahap perkembangan krisis :

Fase 1
  • Individu dihadapkan pada stressor pemicu
  • Kecemasan meningkat, individu menggunakan teknik problem solving yang biasa digunakan
Fase 2
  • Kecemasan makin meningkat karena kegagalan penggunan teknik problem solving sebelumnya
  • Individu merasa tidak nyaman, tak ada harapan, bingung
Fase 3
  • Untuk mengatasai krisis individu menggunakan semua sumber untuk memecahkan masalah, baik internal maupun eksternal
  • Mencoba menggunakan teknik problem solving baru, jika efektif terjadi resolusi
Fase 4
  • Kegagalan resolusi
  • Kecemasan berubah menjadi kondisi panic, menurunnya fungsi kognitif, emosi labil, perilaku yang merefleksikan pola pikir psikotik

INTERVENSI KRISIS
Tujuan intervensi krisis adalah resolusi, berfokus pada pemberian dukungan terhadap individu sehingga individu mencapai tingakat fungsi seperti sebelum krisis, atau bahkan pada tingkat fungsi yang lebih tinggi. Selain itu juga untuk membantu individu memecahkan masalah dan mendapatkan kembali keseimbangan emosionalnya.

Peran intervener adalah membantu individu dalam :
  1. Menganalisa situasi yang penuh stress
  2. Mengungkapkan perasaan tanpa penilaian
  3. Mencari cara untuk beradaptasi dengan stress dan kecemasan
  4. Memecahkan masalah dan mengidentifikasi strategi dan tindakan
  5. Mencari dukungan ( keluarga, teman, komunitas )
  6. Menghindari stress yang akan datang dengan anticipatory guidance
Intervensi dilakukan dengan pendekatan proses perawatan yaitu melalui pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
  • Resiko perilaku kekerasan yang diarahkan pada orang lain diri sendiri
  • Koping individu inefektif
  • Cemas
  • Gangguan proses pikir
  • Resiko bunuh diri
  • Harga diri rendah situasional
  • Koping keluarga inefektif
  • Post-trauma respons
  • …….

0 comments:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

 

Artikel Terbaru

Comment Terbaru