Sudah berlangganan artikel blog Keperawatan Kesehatan via RSS Feed?

Sunday, March 15, 2009

Kanker Payudara

Kanker payudara adalah neoplasma ganas dengan pertumbuhan jaringan mammae abnormal yang tidak memandang jaringan sekitarnya, tumbuh ilfiltratif dan destruktif dan dapat bermetastase (Reksoprodjo, 1995).

Gejala Klinik Kanker Payudara
Gejala klinik yang lazim dijumpai pada pasien kanker payudara adalah sebagai berikut

  • Teraba adanya massa atau benjolan pada payudara
  • Payudara tidak simetris
  • Ada perubahan kulit : penebalan, cekungan, kulit pucat disekitar puting susu, mengkerut seperti kulit jeruk purut dan adanya ulkus pada payudara
  • Ada perubahan suhu pada kulit : hangat, kemerahan , panas
  • Ada cairan yang keluar dari puting susu
  • Ada perubahan pada puting susu : gatal, ada rasa seperti terbakar, erosi dan terjadi retraksi
  • Ada rasa sakit
  • Penyebaran ke tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan kadar kalsium darah meningkat
  • Ada pembengkakan didaerah lengan

Etiologi Dan Faktor Predisposisi
Penyebab pasti dari kanker payudara belum diketahui. Kanker payudara hanya terjadi pada wanita setelah menarche, diduga bahwa perubahan siklus hormonal yang mungkin sebagai faktor penyebab tumbuhnya sel abnormal pada payudara. Faktor genetik juga berperan dalam menyebabkan kanker payudara, tetapi efek genetik ini tidak terlalu kuat.
Apabila seorang ibu menderita kanker payudara, kemungkinan anak wanitanya juga menderita kanker payudara adalah 2 sampai 3 kali lebih besar daripada kondisi populasi pada umumnya, tetapi tidak ada bukti pola yang spesifik inheritan (diturunkan) . Beberapa hipotesis menyatakan bahwa ada genotif yang menjadi predisposisi terbentuknya sel kanker tetapi harus ada interaksi dengan beberapa faktor non genetik sebelum terjadinya kanker.
Pasien yang riwayat kanker pada keluarganya positif, memiliki kecenderungan untuk mengalami kanker pada usia lebih muda dan frekuensi kejadiannya lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang tidak memiliki riwayat kanker pada keluarganya.
Pada umumnya kanker payudara terjadi secara multi faktor. Selain kontribusi faktor genetik, jenis kelamin, usia, penyakit penyerta lain, juga dapat disebabkan oleh pola diit.

Mastektomi
Berdasarkan tujuan terapi pembedahan, mastektomi dibedakan menjadi dua macam yaitu tujuan kuratif dan tujuan paliatif.
Prinsip terapi bedah kuratif adalah pengangkatan seluruh sel kanker tanpa meninggalkan sel kanker secara mikroskopik. Terapi bedah kuratif ini dilakukan pada kanker payudara stadium dini(stadium 0, I dan II).
Sedangkan tujuan terapi bedah palliatif adalah untuk mengangat kanker payudara secara makroskopik dan masih meninggalkan sel kanker secara mikroskopik. Pengobatan bedah palliatif ini pada umumnya dilakukan untuk mengurangi keluhan-keluhan penderita seperti perdarahan, patah tulang dan pengobatan ulkus, dilakukan pada kanker payudara stadium lanjut,yaitu stadium III dan IV.
Prosedur pengangkatan sel kanker dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. Mastektomi radikal, yaitu Mengangkat seluruh payudara, kulit, otot mayor dan minor, nodus limfe aksila dan jaringan lemak disekitarnya.
  2. Mastektomi radikal modifikasi, seperti mastektomi radikal tetapi otot pektoralis mayor dipertahankan.
  3. Mastektomi sederhana, Mengangkat payudara dengan mempertahankan otot-otot yang menyokong.
  4. Mastektomi parsial, Mengangkat lesi dan jaringan disekitarnya termasuk nodus limfe.
  5. Lumpektomi, Mengangkat lesi dan 3 sampai 5 cm jaringan ditepinya, jaringan payudara dan kulitnya dipertahankan.

0 comments:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

 

Artikel Terbaru

Comment Terbaru