Sudah berlangganan artikel blog Keperawatan Kesehatan via RSS Feed?

Thursday, April 2, 2009

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Asma

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Asma


Asma disebut juga sebagai reactive airway disease (RAD) adalah suatu penyakit obstruksi pada jalan nafas secara reversibel yang ditandai dengan bronchospasme,  inflamasi dan peningkatan reaksi jalan nafas terhadap berbagai stimulan.
Asma terbagi atas :
  • Asma alergi ; disebabkan oleh allergen misalnya serbuk sari, binatang, amarah, makanan, dan jamur.
  • Asma idiopatik atau non alergik ; misalnya common cold, infeksi traktus respiratorius, latihan, emosi, dan polutan lingkungan yang dapat menimbulkan serangan, agen farmakologis : aspirin dan agens anti inflamasi nonsteroid lain, pewarna rambut, antagonis beta-adrenergik, dan agens sulfit.
  • Asma gabungan ; merupakan bentuk asma yang paling umum. Asma ini mempunyai karakterisstik dari bentuk alergik maupun bentuk idiopatik atau nonalergik.
Tingkatan pada penderita asma:
  1. Tingkat I  Secara klinis normal, tanpa kelainan pemeriksaan fisik maupun fungsi paru. Pafa penderita ini timbul gejala bila ada faktor pencetus
  2. Tingkat II  Penderita tanpa keluhan dan kelainan pada pemeriksaan fisisk tetapi fungsi paru menunjukan obstruksi jalan nafas dan sering ditemukan setelah sembuh dari asma.
  3. Tingkat III  Pada penderita tanpa keluhan tetapi pada pemeriksaan fisik dan fungsi paru menunjukan kelainan yaitu obstruksi jalan nafas, biasanya pasien yang telah sembuh dari asma tetapi tidak berobat secara teratur
  4. Tingkat IV  Penderita sesak nafas, butuh, nafas berbunyi pada pemeriksaan fisik dan obstruksi jalan nafas
  5. Tingkat V  Penderita pada stadium status asmatikus dimana keadaan asma berat dan perlu pertolongan medis darurat.
Tanda Dan Gejala Asma
  1. Wheezing
  2. Dyspnea dengan lama ekspirasi; penggunaan otot-otot asesoris tambahan pernafasan cuping hidung, retraksi dada, dan stridor.
  3. Batuk kering (tidak produktif) karena sekresi kental dan lumen jalan nafas.
  4. Tachipnoe, ortopnea
  5. Gelisah
  6. Diaphorosis
  7. Nyeri abdomen karena terlibatnya otot abdomen dalam pernafasan
  8. Fatigue
  9. Tidak toleran terhadap aktivitas, makan, bermain, berjalan bahkan bicara.
  10. Kecemasan , labil, dan perubahan tingkat kesadaran
  11. Meningkatnnya ukuran diameter anteroposterior (barrel chest)
  12. Serangan yang tiba-tiba atau berangsur-angsur
Penyebab Asma:
a. Faktor intrinsic
Infeksi : para influenza virus, pneumonia, micoplasmal.
Fisik : cuaca dingin, perubahan temperatur, iritan kimia, polusi udara ( CO, asap rokok dan parfum)
Emosional : takut, cemas, dan tegang
Aktivitas berlebihan
b. Factor ekstrinsik
Reaksi antigen dan antibody, karena inhalasi allergen (debu, serbuk-serbuk, bulu binatang).

Pemeriksaan Penunjang Asma
  1. Foto rontgen; selama episode akut rontgen dada dapat menunjukkan hiperinflasi dan pendataran diafragma.
  2. Pemeriksaan fungsi paru, dapat ditemukan menurunnya tidal volume, kapasitas vital, eosinofil biasanya meningkat dalam darah atau sputum
  3. Pemeriksaan alergi; test kulit + yang menyebabkan reaksi melepuh dan hebat yang dapaat mengidentifikasikan allergen spesifik.
  4. Pulse oximetry ; ditemukan saturasi O2 perifer menurun ( cyanosis )
  5. Analisa gas darah; menunjukkan hipoksia selama serangan akut, awalnya terdapat hipokapnea dan respirasi alkalosis, PCO2 yang rendah.
Penatalaksanaan Asma
  1. serangan akut dengan oksigen nasa atau masker.
  2. Terapi cairan parenteral
  3. Terapi penngobatan sesuai program : Agonis reseptor beta adrenergik, pengobatan yang terbaik untuk penanganan asma dan mencegah serangan asma yang mungkin dipicu oleh olah raga.  Bronkodilatator; merangsang pelebaran saluran udara oleh reseptor beta-adrenergik.(Terbutalin,  Salbutamol, Fenetotol, Teofilin).  Kortikosteroid; menghalangi respon perasdangan dan sangat efektif dalam mengurangi gejala asma. Jika digunakan dalam jangka panjang, secara bertahap akan menyebabkan berkurangnya kecendrungan terjadinya serangan asma dengan mengurangi kepekaan saluran udara terhadap sejumlah rangsangan.  Obat antikolinergik bekerja menghalangi kontraksi otot polos dan pembentukan lendir yang berlebihan didalam bronkkus asetilkolin.
  4. Terapi nebulizer pada serangan akut asma berat, oba-obat yang bisa diberikan adalah Agens adrenegik berupa epinefrin, albuterol, metaproterenol, isopoterenol dan terbutalin.
Diagnosa Keperawatan  Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Asma (NANDA )
  1. Kebersihan jalan nafas tidak efektif b/d spasme jalan nafas, sekresi tertahan, banyaknya mucus. (NANDA)
  2. Pola nafas tidak efektif b/d spasme jalan nafas, kelelahan otot pernafasan ( NANDA )
  3. Gangguan pertukaran gas b/d bronchospasme, kerusakan alveoli (NANDA)
  4. Intoleran aktivitas Activity Intolerance  b/d ketidakseimbangan suply O2 dengan kebutuhan (NANDA)
  5. Kurang pengetahuan: tentang penyakit asma b/d kurangnya sumber-sumber informasi. (NANDA)
  6. Cemas/Anxiety  b/d krisis situasi: perubahan status kesehatan (NANDA)
  7. Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d peningkatan BMR, sesak nafas, intoleran terhadap aktifitas (NANDA)

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Asma Selengkapnya dibawah:
perawatpskiatri.blogspot.com_Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Asma

0 comments:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

 

Artikel Terbaru

Comment Terbaru